Translate

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2014

Puisi bunda Helvy: KANGEN

KANGEN

Telah kutuliskan puisi-puisi itu
sejak usiamu 26 tahun
ketika pertama kali kita bertukar senyum
pada jarak pandang yang begitu dekat

Kau ingat,
saat kubisikkan mungkin aku tak perlu matahari,
bulan atau bintang lagi
cukup kau, cahaya yang Dia kirimkan untukku
Ah, apa kau masih menyimpan puisi-puisi itu?
Belasan tahun kemudian
aku masih menikmati
mengirimimu puisi
hingga hari ini
aku pun menjelma hujan yang enggan berhenti
di berandamu
bersama angin yang selalu kasmaran
Kau tahu, aku masih saja menatapmu
dengan mataku yang dulu
lelaki sederhana berhati samudera
yang selalu membawaku berlabuh padaNya
Pada berkali masa, kau pernah berkata,
“Aku tahu, Aku hanya ingin menikahi jiwamu selalu”

Helvy Tiana Rosa, Depok, 2008

link: http://sastrahelvy.com/2014/06/22/musikalisasi-puisi-helvy-kangen

Minggu, 30 Maret 2014

Sayapku Patah 1


Babe
Hei, Babe… ( Sayapku Patah 1 )
Makasi slalu nungguin di kursi depan rumah tiap aq telp mau plg ke mdr…
Masih inget saat babe saking kuatirnya, pagi buta ngikutin Rio dari belakang hgg aq masuk kapal…
No matter what happen, U’ll always be d best guy 4 me
Happy Bday Babeq
*dedikasi tinggi as a father of us *
Dak nyangka Be, itu ucapan ultah buatmu yg terakhir kali…
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu, kan ku buktikan, ku mampu penuhi pintamu…
Iya, sejak tahu bahwa jantung babe sudah tidak normal lagi, lagu itu bisa buat aku menangis tanpa sebab
Iya, dari dulu aku bisa ‘mangkel’ tanpa sebab kalo POLISI disalahkan, coz I know you… Really gud cop… Lurus lempeng dak neko2, benar2 manusia berdedikasi tinggi #proud
Dan, iya tangisku ini penyesalanku yang luar biasa karena tidak bisa balas segala kasih sayangmu dan tidak ada disampingmu saat menghembuskan nafas terakhir #ya Allaaaaah, aku menyesal
Babe yang setia temenin Rio tiap sakitku, pulang kerja jam berapa pun, bersikeras untuk tidur disamping Rio… takut Rio butuh sesuatu
Bahkan, saat operasiku pun, dengan tubuh ringkih itu, duduk setia di ruang tunggu, kedinginan, tetap tidak bergeming. Takut Rio terjadi sesuatu
Saya sedih Tuhan, tidak ada balasan apapun untuk kesetiaan seorang ayah kepada anaknya… Maafkan aku be, maafkan Rio
*melihat upacara militer di pemakaman babe, melihat banyaknya orang yang menyolati babe, bersedih untuk babe, berdoa untuk babe… Sesenggukan di depan makam babe, bgiliran menyentuh nisan babe, menundukkan kepala untuk sejenak membaca Al Fatehah untuk babe… Tuhan, titip babe, tempatkan disisiMu
Sayapku patah satu…
I luv u so much be
*iya, tangan itu yang sering Rio cium, sosok itu yang selalu setia di depan menunggu, sosok itu yang sangat sangat menjagaku…
Sayapku patah satu…
Everything never b d same now
Luv u luv u luv u luv u

re-post from my FB notes...16.12.12